ABSTRAKChronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit ginjal kronik yang bersifat progresif dan irreversibel serta memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang. Pasien yang menjalani hemodialisis sering mengalami rasa haus akibat pembatasan asupan cairan, yang dapat menurunkan kenyamanan serta meningkatkan risiko ketidakpatuhan terhadap terapi. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi nonfarmakologis yang efektif, sederhana dan mudah diterapkan dalam praktik klinik keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sipping ice cubes therapy dalam menurunkan tingkat rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain analisis praktik klinik dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien CKD stadium 5. Intervensi dilakukan sebanyak tiga kali dalam periode 31 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Tingkat rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor rasa haus secara konsisten pada setiap sesi, yaitu dari 4 menjadi 0 pada hari pertama, dari 6 menjadi 2 pada hari kedua dan dari 7 menjadi 3 pada hari ketiga serta disertai peningkatan kenyamanan pasien secara subjektif dan objektif. Simpulan sipping ice cubes therapy efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis serta berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan dalam pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026