Rekam medis merupakan dokumen penting yang berisi identitas pasien, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, diagnosis, serta tindakan pelayanan yang diberikan kepada pasien. Standar kelengkapan pengisian rekam medis harus mencapai 100% dalam waktu 1×24 jam setelah pasien keluar rumah sakit, namun ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap masih sering ditemukan dan dapat memengaruhi mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 melalui Google Scholar menggunakan kata kunci faktor, ketidaklengkapan, rekam medis, dan rumah sakit. Dari 2.190 artikel yang ditemukan, dilakukan proses seleksi berdasarkan kesesuaian judul, ketersediaan artikel full-text, dan kriteria inklusi hingga diperoleh 10 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor sumber daya manusia berupa rendahnya kepatuhan dan kedisiplinan, tingginya beban kerja, kurangnya pelatihan, serta belum optimalnya evaluasi; faktor standar operasional prosedur berupa belum tersedianya SOP khusus, SOP yang belum rinci, serta sosialisasi dan pelaksanaan yang belum optimal serta faktor sarana prasarana berupa keterbatasan komputer, gangguan jaringan, dan penggunaan checklist kelengkapan dokumen yang belum maksimal. Disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi dan kepatuhan tenaga kesehatan, pelaksanaan SOP yang konsisten disertai pengawasan, serta penyediaan sarana prasarana yang memadai diperlukan untuk mengoptimalkan kelengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit.
Copyrights © 2026