Sectio caesarea dengan anestesi spinal sering menimbulkan kecemasan pada pasien sebelum tindakan. Data menunjukkan bahwa sekitar 60–80% ibu yang akan menjalani sectio caesarea mengalami kecemasan, dengan distribusi sekitar 30–50% kecemasan ringan–sedang dan 20–30% kecemasan berat. Kecemasan ini dapat memengaruhi kerja sama pasien serta keberhasilan prosedur anestesi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti komunikasi terapeutik dan sentuhan terapeutik untuk membantu menurunkan kecemasan serta meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi komunikasi terapeutik dan sentuhan terapeutik oleh penata anestesi terhadap tingkat kecemasan pasien sectio caesarea menjelang anestesi spinal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel sebanyak 42 responden diambil secara purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan berat sebanyak 34 orang (81,0%), panik 7 orang (16,7%), dan sedang 1 orang (2,4%). Setelah intervensi, kecemasan menurun menjadi ringan sebanyak 22 orang (52,4%) dan sedang 20 orang (47,6%). Uji Wilcoxon menunjukkan p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan.Komunikasi terapeutik dan sentuhan terapeutik dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis oleh penata anestesi di rumah sakit dalam menurunkan kecemasan pasien, khususnya pada tingkat kecemasan ringan hingga sedang menjelang anestesi spinal.
Copyrights © 2026