Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi penyintas. Salah satu kemampuan penting untuk pemulihan adalah resiliensi yang dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi penyintas banjir di Dusun Nogosari 1, Kalurahan Wukisari, Kecamatan Imogiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah penyintas banjir dengan sampel 85 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Variabel terdiri dari kecerdasan emosional sebagai variabel independen dan resiliensi sebagai variabel dependen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kecerdasan emosional dan resiliensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan resiliensi (p = 0,000; r = 0,611). Sebagian besar responden memiliki kecerdasan emosional tinggi (88,2%) dan resiliensi tinggi (78,8%). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional, semakin tinggi resiliensi penyintas banjir. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis berbasis penguatan kecerdasan emosional untuk meningkatkan resiliensi masyarakat terdampak bencana.
Copyrights © 2026