Nyeri haid (dismenore) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri dan sering kali mengganggu aktivitas belajar di sekolah. Latihan relaksasi napas dalam merupakan salah satu intervensi non-farmakologis mandiri yang dapat digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi napas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri haid (dismenore) pada siswi di SMPN 2 Cibeber. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswi yang mengalami dismenore di SMPN 2 Cibeber dengan jumlah sampel 57 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) rentang skor 0–10. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia remaja awal yaitu 14 tahun (38,6%) dan 13 tahun (36,8%), dengan tingkat pengetahuan dalam kategori kurang (89,5%), serta tingkat kepatuhan dalam kategori tidak patuh (87,7%). Sebelum intervensi (pre-test), mayoritas responden mengalami nyeri sedang (63,2%), sedangkan sesudah intervensi (post-test) hampir setengah responden melaporkan tidak nyeri (49,1%) dan tidak terdapat lagi kategori nyeri berat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada siswi SMPN 2 Cibeber, sehingga intervensi ini efektif diaplikasikan sebagai pertolongan pertama penanganan dismenore di sekolah.
Copyrights © 2026