Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN MIGRAIN DENGAN TINNITUS

Nur Huriyah Balqis (Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universiats Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)
Achmad Harun Muchsin (Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)
Rismayanti Rismayanti (Departemen Telinga Hidung Tenggorokan & Bagian Kepala Leher, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)
Mochammad Erwin Rachman (Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)
Ade Rahmy Sujuthi (Departemen Telinga Hidung Tenggorokan & Bagian Kepala Leher, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2026

Abstract

Migrain merupakan gangguan neurologis primer yang ditandai nyeri kepala berulang dan sering disertai fotofobia, fonofobia, serta mual. Tinnitus adalah persepsi bunyi tanpa adanya rangsangan suara eksternal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa migrain dan tinnitus sering ditemukan bersamaan, namun hubungan keduanya masih memerlukan kajian yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara migrain dan tinnitus berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Populasi penelitian adalah seluruh artikel ilmiah yang membahas migrain dan tinnitus. Sampel berupa artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling dilakukan melalui penelusuran literatur pada basis data PubMed, NCBI, ScienceDirect, SINTA, dan Google Scholar. Variabel yang ditelaah adalah migrain dan tinnitus. Sebanyak 10 artikel publikasi tahun 2020–2025 dianalisis secara deskriptif. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa migrain berhubungan signifikan dengan peningkatan kejadian tinnitus. Individu dengan migrain memiliki risiko mengalami tinnitus sekitar 1,77–3,3 kali lebih tinggi dibandingkan individu tanpa migrain. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa migrain berperan dalam peningkatan keparahan tinnitus melalui mekanisme trigeminovaskular, gangguan aliran darah koklea, pelepasan neuropeptida proinflamasi, dan sensitisasi sentral. Terdapat hubungan yang konsisten dan bermakna antara migrain dan tinnitus. Migrain merupakan faktor risiko potensial terjadinya maupun memberatnya tinnitus melalui mekanisme neurovaskular dan neurologis yang kompleks.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...