Latar Belakang: Anemia pada calon pengantin (catin) merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya terhadap kesehatan ibu dan janin saat kehamilan. Data Puskesmas Kalasan menunjukkan prevalensi anemia pada catin mencapai 62% pada periode Januari–Mei 2025. Studi pendahuluan terhadap 10 catin menunjukkan 70% belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang anemia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada catin di Puskesmas Kalasan.Metode: Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan total sampling sebanyak 37 responden berusia 17–37 tahun, instrumen berupa kuesioner tervalidasi (Cronbach’s Alpha: 0,884 untuk pengetahuan; 0,846 untuk perilaku), dan analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan baik (59,5%) dan berperilaku positif (70,3%). Nilai p = 0,025 (p < 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan anemia. Nilai Odds Ratio sebesar 7,238 (95% CI: 1,25–41,91) artinya catin berpengetahuan kurang berisiko 7,238 kali lebih besar untuk berperilaku negatif.Kesimpulan: Disarankan agar puskesmas memperkuat program edukasi prakonsepsi dan optimalisasi distribusi tablet tambah darah.
Copyrights © 2026