Adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan implementasi kebijakan penyetaraan jabatan fungsional yang seharusnya mampu meningkatkan motivasi kerja ASN, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan. Kebijakan penyetaraan jabatan dan perubahan budaya kerja organisasi seharusnya dapat meningkatkan motivasi kerja ASN, namun pada tatanan implementasinya dinilai masih belum optimal. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode eksplanatif asosiatif. Variabel diukur menggunakan instrumen skala Likert yang menyediakan lima alternatif jawaban. Pengumpulan data dilaksanakan dengan membagikan kuesioner kepada seluruh responden, yakni pegawai BPSDM Kementerian Dalam Negeri yang menduduki jabatan fungsional (alih fungsi) dan fungsional. Seluruh kuesioner berhasil diisi dan dikembalikan kepada peneliti. Temuan membuktikan bahwa penyetaraan jabatan fungsional bersama budaya organisasi berkontribusi besar dan bermakna terhadap motivasi kerja pegawai BPSDM Kementerian Dalam Negeri, secara parsial ataupun simultan. Implikasi dari temuan ini mengisyaratkan pentingnya penguatan implementasi kebijakan penyetaraan jabatan yang disertai dengan pembentukan budaya organisasi yang adaptif dan mendukung. Karena itu, disarankan agar BPSDM Kemendagri secara konsisten mengembangkan tata kelola organisasi dan lingkungan kerja yang mampu memotivasi ASN untuk mencapai kinerja optimal.
Copyrights © 2026