Abstrak Artikel ini membahas implementasi kegiatan ro’an dalam konteks pendidikan Islam di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Bojong Pekalongan, dengan fokus pada aspek aksiologi. Kegiatan ro’an, sebagai bentuk gotong royong, tidak hanya berfungsi untuk menjaga kebersihan lingkungan pesantren, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ro’an meningkatkan rasa tanggung jawab, kerjasama sosial, dan kesadaran santri terhadap kebersihan sebagai bagian dari iman. Dalam kerangka aksiologi, kegiatan ini menanamkan nilai-nilai positif seperti keikhlasan, solidaritas, dan kepedulian sosial, yang sangat relevan dalam pembentukan karakter santri. Santri belajar untuk bekerja sama, saling membantu, dan memahami pentingnya kontribusi dalam kelompok, yang memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan demikian, ro’an bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sarana untuk menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan karakter dan moral dalam sistem pendidikan Islam. Penelitian ini menyoroti pentingnya kegiatan ro’an sebagai bagian integral dari pendidikan Islam, yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moralitas santri sesuai dengan nilai-nilai aksiologis. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan teori pendidikan Islam yang lebih aplikatif dan relevan dengan konteks sosial budaya di Indonesia Kata kunci: ro’an; aksiologi filsafat pendidikan islam; filsafat pendidikan islam Abstract This article discusses the implementation of ro'an activities in the context of Islamic education at Hidayatul Mubtadi-ien Bojong Pekalongan Islamic Boarding School, focusing on the axiological aspects. The ro'an activity, as a form of gotong royong, not only serves to keep the pesantren environment clean, but also contains important moral, social, and spiritual values. This research used a qualitative approach with a case study method, involving in-depth interviews and participatory observation. The results showed that ro'an activities increase students' sense of responsibility, social cooperation, and awareness of cleanliness as part of faith. In terms of axiology, this activity instills positive values such as sincerity, solidarity, and social care, which are very relevant in the character building of santri. Santri learn to work together, help each other, and understand the importance of contribution in the group, which strengthens ukhuwah Islamiyah. Thus, ro'an is not just a physical activity, but also a means to internalize the values of character and moral education in the Islamic education system. This research highlights the importance of ro'an activities as an integral part of Islamic education, which not only focuses on cognitive aspects, but also on the formation of character and morality of santri in accordance with axiological values. The findings are expected to provide new insights for the development of Islamic education theory that is more applicable and relevant to the socio-cultural context in Indonesia. Keywords: ro'an; axiology of Islamic education philosophy; philosophy of Islamic education
Copyrights © 2025