Pengelolaan obat di puskesmas merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran pelayanan kesehatan. Namun, proses pengelolaan obat masih sering menghadapi kendala, seperti keterlambatan pencatatan stok, ketidaksesuaian data persediaan, dan lambatnya pelaporan. Penerapan sistem informasi dipandang mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan obat melalui akurasi data, kemudahan akses informasi, dan efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan sistem informasi terhadap efektivitas pengelolaan obat di puskesmas. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 32 orang yang terdiri atas tenaga kefarmasian, petugas gudang obat, dan administrasi farmasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,12, sedangkan efektivitas pengelolaan obat juga berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,08. Hasil regresi menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan obat dengan persamaan Y=1,214+0,696X, nilai t=6,487, signifikansi 0,000, dan R2 = 0,584. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan sistem informasi, semakin tinggi efektivitas pengelolaan obat di puskesmas.
Copyrights © 2026