Transformasi digital pada sektor pertambangan mendorong kebutuhan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami aspek teknis bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa di wilayah industri pertambangan perlu dipersiapkan sebagai talenta digital yang mampu beradaptasi dengan penggunaan teknologi berbasis data, otomasi, artificial intelligence, sistem informasi, dan perangkat digital dalam lingkungan kerja industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan digital talent mahasiswa di wilayah industri pertambangan berdasarkan dimensi literasi digital, literasi data, pemanfaatan teknologi, kesadaran keamanan digital, kolaborasi digital, pemahaman teknologi pertambangan, dan kesiapan karier digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 180 mahasiswa dari program studi yang relevan dengan kebutuhan industri pertambangan. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta kategorisasi indeks kesiapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan digital talent mahasiswa berada pada kategori cukup siap dengan nilai indeks rata-rata 72,64. Dimensi literasi digital memperoleh skor tertinggi, sedangkan pemahaman teknologi pertambangan digital dan literasi data masih perlu diperkuat. Temuan ini menunjukkan perlunya integrasi kurikulum berbasis digital mining, pelatihan data analytics, sertifikasi kompetensi digital, serta kolaborasi perguruan tinggi dengan industri pertambangan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan kerja berbasis teknologi.
Copyrights © 2026