Tuberkulosis paru tetap menjadi persoalan kesehatan publik yang serius akibat jumlah kasus yang tinggi serta peluang penularan yang makin meningkat ketika pasien terlambat mencari bantuan medis dan tidak patuh menjalani terapi. Treatment seeking behavior menjadi unsur utama dalam keberhasilan upaya pengendalian tuberkulosis paru, sebab pola tersebut berkaitan langsung dengan kecepatan pasien memperoleh pelayanan kesehatan serta konsistensi mengikuti terapi sesuai anjuran. Studi ini diarahkan untuk menganalisis keterkaitan health literacy dan family support dengan treatment seeking behavior pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Rancangan studi memakai pendekatan berbasis angka melalui metode potong lintang. Sebanyak 110 responden dari total 152 pasien ditetapkan sebagai sampel melalui teknik pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu. Data diperoleh memakai instrumen angket health literacy, family support, dan treatment seeking behavior yang sebelumnya telah dinilai kesahihan serta keterandalannya. Proses pengujian data diterapkan melalui uji chi-square. Temuan memperlihatkan bahwa 67 responden (60,9%) berada pada kategori health literacy tinggi, 56 responden (50,9%) memperoleh family support baik, dan 66 responden (60,0%) mempunyai treatment seeking behavior baik. Pengujian bivariat mengindikasikan adanya keterkaitan signifikan antara health literacy dan treatment seeking behavior (p = 0,001), serta keterkaitan signifikan antara family support dan treatment seeking behavior (p = 0,001) pada pasien tuberkulosis paru. Kondisi tersebut menegaskan bahwa pasien dengan health literacy pada kategori tinggi serta family support yang memadai lebih berpeluang memperlihatkan treatment seeking behavior yang positif. Studi ini menyarankan Puskesmas untuk mengoptimalkan penyuluhan kesehatan secara kontinu serta menguatkan strategi pendampingan keluarga dalam perawatan pasien tuberkulosis paru agar pola pencarian pengobatan dan keberhasilan terapi dapat meningkat.
Copyrights © 2026