Background: Dampak destruktif gempa bumi tidak hanya kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, tetapi memicu gangguan psikologis salah satunya kecemasan akibat adanya ketakutan da kesedihan pasca bencana. Oleh karena itu identifikasi strategi adaptif dan mekanisme koping individu dalam menghadapi kondisi pasca-bencana menjadi sangat penting untuk mitigasi dampak psikologis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi tingkat kecemasan dengan mekanisme koping penyintas gempa bumi di Pacitan. Methods: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif survei analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling menggunakan Consecutive sampling dengan 40 responden penyintas gempa bumi di Pacitan.. Instrumen menggunakan kuisoner Brief COPE dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisa data dengan uji spearman-rank. Results: Adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping sebesar sig. (2-tailed) sebesr 0.039 < α 0.05 dengan rata rata tingkat kecemasan 13.15 dan mekanisme koping sebesar 84.53. Conclusion: Terdapat korelasi tingkat kecemasan dengan mekanisme koping penyintas gempa bumi di Pacitan. Strategi koping memiliki peran penting dalam membantu korban menghadapi tekanan psikologis pasca bencana, dimana koping yang adaptif dapat membantu individu mengendalikan respons emosional, stres dan tekanan psikologis dengan lebih baik sehingga tingkat kecemasan yang dialami lebih rendah.
Copyrights © 2026