Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan menciptakan pembelajaran yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era globalisasi. Dalam pendidikan Islam, kurikulum ini berpotensi tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk akhlak berdasarkan nilai-nilai Islam. Namun, penerapannya menghadapi tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pendidik dan fasilitas teknologi yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan Islam dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis melalui studi pustaka. Analisis difokuskan pada keselarasan fleksibilitas kurikulum dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian didapatkan bahwa integrasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan Islam mampu menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan kontekstual dengan memberi fleksibilitas kepada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat serta mendorong kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang relevan, sesuai dengan prinsip pendidikan Islam yang mengembangkan potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh. Namun, penerapannya menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman guru, keterbatasan fasilitas, dan resistensi masyarakat terhadap perubahan kurikulum. Kesimpulannya yakni, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan Islam sangat bergantung pada kesiapan pendidik, ketersediaan sumber daya yang memadai, serta penerimaan dari masyarakat dan orang tua. Diperlukan pelatihan intensif bagi guru dan sosialisasi yang efektif untuk mengatasi kendala tersebut.
Copyrights © 2026