Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SDN RATO. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM 65) akibat dominasinya metode ekspositori atau ceramah yang monoton. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan melibatkan dua kelompok belajar, yaitu kelas eksperimen (menerapkan model PBL) dan kelas kontrol (menerapkan metode ekspositori) dengan jumlah sampel masing-masing kelompok sebanyak 17 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes tulis berupa instrumen pilihan ganda yang diberikan saat pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25.0 untuk Windows. Setelah memenuhi uji prasyarat analisis (uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Levene's Test), dilakukan uji hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar kelas kontrol adalah 39,96, sedangkan kelas eksperimen mencapai 82,41. Berdasarkan uji hipotesis pada baris Equal variances assumed, diperoleh nilai t-hitung sebesar 6,510 dengan derajat kebebasan (df) 17 dan nilai signifikansi dua arah (Sig. (2-tailed)) sebesar 0,009. Karena nilai p-value tersebut jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,009 < 0,05), maka H_0 ditolak dan H_a diterima. Hasil ini diperkuat oleh uji regresi linear sederhana melalui analisis ANOVA yang menghasilkan nilai F-hitung sebesar 347,812 dengan nilai signifikansi 0,001 (0,001 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SDN RATO, serta terbukti efektif dalam membangun keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026