Artikel ini mengkaji integrasi agama dan sains dalam pendidikan Islam sebagai respons komprehensif terhadap tiga isu kontemporer: ekologi, kesehatan, dan teknologi. Melalui kajian literatur terhadap 40 sumber referensi terkini (2020–2025), penelitian ini menganalisis fondasi epistemologis Islam yang mendukung integrasi tersebut, meliputi konsep tauhid, khalifah fil ardh, dan maqashid al-syariah. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki potensi signifikan dalam merespons krisis ekologi melalui ekoteologi Islam, mengintegrasikan kesehatan fisik-spiritual melalui konsep hifzh al-nafs, dan mengembangkan etika digital dalam era Society 5.0. Artikel mengusulkan empat pilar integrasi: epistemologis, aksiologis, pedagogis, dan institusional. Kesimpulannya, integrasi agama-sains dalam pendidikan Islam bukan sekadar keharusan akademik, melainkan urgensitas pedagogis dan peradaban untuk menghadirkan generasi Muslim yang kompeten, kritis, dan berkomitmen pada kesejahteraan umat dan kelestarian alam.
Copyrights © 2026