Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Bantul, khususnya di wilayah Puskesmas Imogiri II dengan prevalensi besar dari pada daerah lainnya. Nenek memiliki peran strategis sebagai pengasuh utama saat orang tua bekerja, sehingga pengetahuan nenek mengenai pola asuh dan gizi sangat krusial dalam pencegahan stunting. Edukasi melalui media video dianggap efektif karena mampu menyampaikan informasi secara visual dan audio yang menarik serta mudah dipahami. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan nenek tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Imogiri II Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah nenek yang memiliki cucu usia 0-59 bulan yang tinggal serumah di wilayah tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 25 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang dilakukan yaitu pemberian edukasi menggunakan media video selama 3 menit dan menggunakan tanya jawab selama 90 menit. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil Penelitian: Rata-rata (mean) skor pengetahuan nenek sebelum diberikan edukasi adalah 52,20 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata setelah posttest 85,40. Terjadi kenaikan skor pengetahuan sebesar 33,2 setelah diberikan edukasi menggunakan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan nenek tentang stunting di Wilayah Kerja Imogiri II Bantul.
Copyrights © 2026