Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kekerabatan antara Bahasa Jawa Lampung Timur (BJLT) dan Bahasa Minang Riau (BMR) dalam kerangka linguistik komparatif. Kedua bahasa tersebut menarik untuk dikaji karena sama-sama berkembang di luar wilayah asal penuturnya, sehingga berpotensi mengalami dinamika kebahasaan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode komparatif yang memadukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian berupa 100 kosakata dasar Swadesh yang diperoleh dari penutur asli masing-masing bahasa melalui teknik simak dan cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BJLT dan BMR memiliki 17 kosakata kerabat dengan persentase kekerabatan sebesar 17%. Berdasarkan kriteria leksikostatistik, persentase tersebut menempatkan BJLT dan BMR pada tingkat satu rumpun bahasa. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun berada dalam rumpun bahasa yang sama, kedua bahasa tidak memiliki hubungan kekerabatan yang dekat secara leksikal.
Copyrights © 2026