Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik sosial yang direpresentasikan dalam novel Srimpi Pamor karya Purwadmadi, khususnya konflik yang tidak ditampilkan secara terbuka, tetapi hadir secara laten melalui struktur sosial keraton. Novel ini menggambarkan kehidupan keraton dengan sistem kekuasaan feodal yang menempatkan raja sebagai pemegang otoritas absolut dan abdi dalem sebagai kelompok subordinat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik sosial serta faktor penyebabnya dengan menggunakan perspektif teori konflik Karl Marx. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian berupa kutipan-kutipan teks novel yang menunjukkan konflik kelas, konflik ideologi, dan konflik politik, yang dianalisis melalui teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial dalam Srimpi Pamor bersumber dari struktur kekuasaan yang timpang dan ideologi feodal yang menopangnya. Konflik kelas tampak pada ketimpangan relasi antara raja dan abdi dalem, konflik ideologi terlihat melalui internalisasi nilai kepatuhan dan pengabdian, sedangkan konflik politik tercermin dari ketiadaan representasi dan hak suara kelompok bawah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa novel Srimpi Pamor tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai kritik sosial terhadap sistem feodal yang melanggengkan ketidakadilan dan dominasi kelas secara struktural.
Copyrights © 2026