Memenuhi kebutuhan protein hewani merupakan elemen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosiodemografis dan membandingkan pola konsumsi ikan nila dan ayam broiler di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober hingga November 2025 di tiga pasar tradisional (Bauntung, Ulin Raya, dan Cempaka) dengan 200 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel secara bertahap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil konsumen didominasi oleh perempuan (78,5%) usia produktif dengan tingkat pendidikan tinggi. Ayam broiler ditemukan sebagai kebutuhan yang homogen dan tetap, tidak dipengaruhi oleh struktur keluarga atau pekerjaan. Sebaliknya, ikan nila berfungsi sebagai alat penyeimbang nutrisi, dengan frekuensi konsumsi yang secara signifikan dipengaruhi oleh jenis pekerjaan dan ukuran keluarga. Namun, muncul fenomena unik di mana frekuensi tinggi tidak disertai dengan peningkatan volume atau pengeluaran, kecuali di Pasar Ulin Raya, yang menunjukkan respon anggaran yang signifikan (p=0,042). Hal ini menunjukkan strategi belanja ritel karena kendala praktis pengolahan ikan. Transformasi layanan pasar menuju produk siap masak sangat penting untuk meningkatkan volume konsumsi ikan di daerah perkotaan. Kata kunci : ayam broiler, karakteristik konsumen, tingkat konsumsi, ikan nila, pasar tradisional
Copyrights © 2026