Muhammad Fauzi
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik dan Analisis Komparatif Konsumsi Ikan Nila serta Daging Ayam Ras di Pasar Tradisional Bayu Priyatno; Muhammad Fauzi; Luthfi Fatah
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.v11i1.30895

Abstract

Memenuhi kebutuhan protein hewani merupakan elemen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosiodemografis dan membandingkan pola konsumsi ikan nila dan ayam broiler di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober hingga November 2025 di tiga pasar tradisional (Bauntung, Ulin Raya, dan Cempaka) dengan 200 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel secara bertahap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil konsumen didominasi oleh perempuan (78,5%) usia produktif dengan tingkat pendidikan tinggi. Ayam broiler ditemukan sebagai kebutuhan yang homogen dan tetap, tidak dipengaruhi oleh struktur keluarga atau pekerjaan. Sebaliknya, ikan nila berfungsi sebagai alat penyeimbang nutrisi, dengan frekuensi konsumsi yang secara signifikan dipengaruhi oleh jenis pekerjaan dan ukuran keluarga. Namun, muncul fenomena unik di mana frekuensi tinggi tidak disertai dengan peningkatan volume atau pengeluaran, kecuali di Pasar Ulin Raya, yang menunjukkan respon anggaran yang signifikan (p=0,042). Hal ini menunjukkan strategi belanja ritel karena kendala praktis pengolahan ikan. Transformasi layanan pasar menuju produk siap masak sangat penting untuk meningkatkan volume konsumsi ikan di daerah perkotaan. Kata kunci : ayam broiler, karakteristik konsumen, tingkat konsumsi, ikan nila, pasar tradisional
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keikutsertaan Peternak pada Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Kabupaten Tabalong Fitri Yanti Agustina; Muhammad Fauzi; Yudi Ferianta
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23778

Abstract

Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) diluncurkan pemerintah Indonesia sejak 2016 sebagai instrumen mitigasi risiko dengan subsidi premi 80%, namun tingkat partisipasi menunjukkan fluktuasi dan variasi antar wilayah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik peternak peserta dan bukan peserta program AUTS, serta menganalisis pengaruh pengalaman usaha, keaktifan dalam kelompok, skala usaha, persepsi risiko, dan persepsi manfaat terhadap keputusan keikutsertaan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan pada Oktober-Desember 2025 dengan 100 responden yang terdiri dari 44 peserta dan 56 bukan peserta AUTS, dipilih melalui penarikan sampel acak berstrata. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t independen, uji chi-square, dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi AUTS mencapai 44% dengan variasi antar desa dari 0% hingga 100%. Mayoritas peternak berpengalaman lebih dari 5 tahun (85%) dan memiliki persepsi manfaat positif (79%), namun hanya 32% yang aktif dalam kelompok tani. Model regresi logistik menunjukkan kualitas yang baik dengan akurasi prediksi 77%, AUC 0,847, dan Nagelkerke R²=0,471. Tiga variabel berpengaruh terhadap keikutsertaan: keaktifan dalam kelompok (odds ratio=19,923, p<0,001) sebagai prediktor terkuat, persepsi manfaat (odds ratio=8,576, p=0,013), dan persepsi risiko (odds ratio=0,151, p=0,006) dengan arah negatif yang berlawanan dengan teori. Pengalaman usaha dan skala usaha tidak berpengaruh. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa keputusan keikutsertaan AUTS lebih ditentukan oleh faktor sosial dan kognitif dibanding karakteristik struktural peternak. Penguatan kelompok tani dan strategi komunikasi berbasis manfaat konkret menjadi kunci keberhasilan program.
Analisis Produksi dan Pendapatan Perkebunan Kopi Robusta di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Nana Iriani; Yusuf Azis; Muhammad Fauzi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23779

Abstract

Kopi robusta merupakan komoditas perkebunan unggulan yang berpotensi mendukung perekonomian petani di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi dan pendapatan usahatani kopi robusta di tiga kecamatan sentra, yaitu Kecamatan Jaro (Desa Garagata), Kecamatan Haruai (Desa Teratau), dan Kecamatan Muara Uya (Desa Santuun). Data diperoleh melalui metode survei terhadap 60 petani responden yang dipilih secara sensus. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menghitung biaya investasi, penerimaan, dan pendapatan usahatani dari tahun ke-0 hingga panen perdana tahun ke-3. Hasil menunjukkan bahwa produktivitas pada panen perdana bervariasi: Kecamatan Jaro mencatat produksi tertinggi sebesar 239 kg/tahun, diikuti Kecamatan Haruai 160 kg/tahun, dan Kecamatan Muara Uya 144 kg/tahun. Hanya Kecamatan Haruai yang mencapai pendapatan positif sebesar Rp1.052.867 dengan rasio penerimaan terhadap biaya 1,17. Kecamatan Jaro mencatat defisit Rp2.225.625 akibat investasi awal yang tidak proporsional, sedangkan Kecamatan Muara Uya mengalami kerugian terbesar Rp3.247.844 akibat rantai masalah yang dipicu cuaca ekstrem. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi investasi dan manajemen risiko iklim, bukan volume produksi semata, merupakan penentu kelayakan ekonomi usahatani kopi robusta pada fase awal panen.