Makanan ringan ekstrudat menjadi semakin diminati oleh masyarakat karena terbuat dari bahan dasarprotein nabati yang tekstur maupun rasa hampir sama dengan protein hewani serta biaya produksi maupunharga jual yang lebih ekonomis. Pembuatan makanan ringan ekstrudat ini memerlukan mesin esktrudersebagai alat utama yang di dalamnya meliputi proses pencampuran, pemasakan, pembentukan,pemotongan disertai pengembangan dan pengeringan tergantung kondisi dan desain bentuk yangdiinginkan. Dari berbagai proses tersebut PT KLM melakukan evaluasi performa mesin esktruder denganmodifikasi dies yaitu penambahan jumlah dies dari 16 lubang menjadi 21 lubang guna meningkatkankapasitas produksinya. Hasil evaluasi performa mesin ekstruder dengan melakukan penambahan jumlahdies dari 16 menjadi 21 diperoleh bahwa efisiensi massa yang dihasilkan mengalami penuruan yakniberkisar ±7% namun adanya penambahan dies dapat meningkatkan laju alir umpan selama proses ekstrusiberlangsung. Dan ditinjau dari efisiensi panas menunjukan bahwa panas yang diberikan oleh heater bareluntuk proses ekstruksi masih belum mencukupi.
Copyrights © 2026