Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan pengolahan daging ayam yang dilaksanakan di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pemahaman teknis dan kompetensi praktis peserta dalam pengolahan daging yang aman, higienis, dan bernilai tambah. Program ini melibatkan 26 peserta dari berbagai latar belakang profesi. Data dikumpulkan melalui uji pemahaman dan evaluasi pascapelatihan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 53,85% peserta memiliki tingkat pemahaman tinggi (>70%), 30,77% sedang, dan 15,38% rendah. Lebih dari 90% peserta menilai pelatihan sangat bermanfaat, dan 96% berencana menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari. Desain pembelajaran partisipatif dan berbasis pengalaman terbukti efektif dalam mendorong keterlibatan aktif, kolaborasi, serta retensi pengetahuan. Hasil ini menegaskan bahwa model pelatihan lokal berbasis praktik dapat memperkuat kompetensi teknis, meningkatkan kesadaran keamanan pangan, serta mendorong pengembangan agroindustri skala kecil di wilayah pedesaan. Pengabdian ini menyoroti pentingnya pendekatan inklusif dan berbasis komunitas dalam meningkatkan kapasitas agripangan, serta merekomendasikan replikasi model ini di daerah lain untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026