Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sarang Semut (Hydnophytum formicarum) dari Kawasan Geotermal Jaboi terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Escherichia Coli

Suryawati Suryawati (Universitas Syiah Kuala)
Aulia Umi Maghfiroh (Unknown)
aniisah munawwarah (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jun 2026

Abstract

Meningkatnya resistensi antimikroba mendorong eksplorasi sumber agen antimikroba baru dari tanaman obat. Tumbuhan yang tumbuh di lingkungan khusus, seperti daerah geotermal, berpotensi memiliki variasi kandungan fitokimia yang dapat meningkatkan aktivitas biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol H. formicarum yang berasal dari kawasan geotermal Jaboi terhadap bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)  dan Escherichia coli serta mengidentifikasi kandungan fitokimianya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram (Kirby–Bauer) pada konsentrasi ekstrak 25%, 50%, dan 75% dengan 3 kali pengulangan. Skrining fitokimia kualitatif menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Analisis dengan gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS) menunjukkan adanya resorsinol, 2-metilsiklopentanol, heksana-1,3,4-triol, dan 3,5-dimetil sebagai komponen utama. Ekstrak H. formicarum menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap MRSA dengan diameter zona hambat sebesar 9,0–12,0 mm. Analisis two-way ANOVA menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif (p < 0,001). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antarvariasi konsentrasi ekstrak (p > 0,05). Selain itu, ekstrak tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap E. coli, yang mengindikasikan adanya aktivitas antibakteri yang selektif terhadap bakteri Gram positif.

Copyrights © 2026