Permasalahan sampah plastik, khususnya botol sekali pakai, menjadi tantangan signifikan di lingkungan kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang. Ketiadaan sistem pemilahan sampah menyebabkan potensi ekonomi dari daur ulang terbuang sia-sia dan meningkatkan beban tempat pembuangan akhir. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan prototipe tempat sampah khusus botol plastik yang berbasis pada prinsip ekonomi sirkular di Program Studi Arsitektur. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi eksisting di lima gedung, perancangan partisipatif, fabrikasi prototipe menggunakan material besi plat, dan sosialisasi kepada civitas akademika. Hasil survei menunjukkan bahwa dari total titik sampah yang ada di Gedung Informatika dan FKIP, tidak ada satupun yang memfasilitasi pemilahan sampah. Sebagai respons, tim pengabdian berhasil memproduksi prototipe tempat sampah dengan desain ergonomis yang memisahkan botol plastik. Analisis potensi ekonomi menunjukkan bahwa pemilahan ini dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi program studi melalui kemitraan dengan Bank Sampah Mutiara Timor. Kesimpulannya, intervensi desain melalui penyediaan fasilitas pemilahan yang tepat guna tidak hanya menyelesaikan masalah kebersihan, tetapi juga mengubah paradigma pengelolaan sampah kampus dari cost-center menjadi profit-center yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026