Penguasaan keterampilan membaca dan menulis dalam pembelajaran drama sangat penting untuk menghasilkan pertunjukkan yang baik. Bertujuan untuk mendeskripsikan kategori kalimat pada naskah drama Nestapa Cinta sebagai alternatif bahan ajar, dipilihnya subjek tersebut karena merupakan hasil alih wahana novel Buya Hamka berjudul Sabariah menjadi naskah drama yang dipentaskan. Data penelitian berupa kutipan kalimat yang dituturkan atau berkaitan dengan tokoh utama, Sabariah, dalam naskah drama Nestapa Cinta karya Rahma Bidari Tuankotta dkk. Data dipilih berdasarkan tutur kata Sabariah yang dapat diteladani dan latar budaya yang dapat dipelajari peserta didik. Selain itu, data dianalisis dengan metode analisis isi dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca naskah drama, menganalisis teks yang termasuk struktur kalimat berdasarkan teori yang digunakan, kemudian mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kutipan sesuai dengan teori Sintaksis yang dikemukakan oleh Kridalaksana dkk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jumlah klausanya data kalimat majemuk mendominasi daripada jenis kalimat lainnya, hal ini menandakan bahwa kalimat yang digunakan memiliki kohesi. Selanjutnya, pada jenis kalimat berdasarkan struktur klausanya didapatkan bahwa jenis kalimat minor lebih mendominasi, temuan ini mengindikasikan bahwa naskah drama berupa interaksi lisan yang dituliskan dan konteks akan dipahami jika dipentaskan. Berikutnya, jenis kalimat berdasarkan amanat wacananya ditemukan bahwa jenis kalimat deklaratif lebih banyak muncul daripada lainnya yang mengindikasikan bahwa naskah drama Nestapa Cinta mengungkapkan banyak informasi, menjelaskan situasi atau suasana, dan menyampaikan pemikiran.
Copyrights © 2026