Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah

DISTORSI KOMUNIKASI DALAM NOVEL BUNGKAM SUARA: KAJIAN DEMOKRASI DELIBERATIF JÜRGEN HABERMAS

Moch. Nur Riza Pratama Nugroho (Universitas Negeri Surabaya)
Putri Retnosari (Universitas Negeri Surabaya)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2026

Abstract

Abstrak Praktik pembatasan hak bicara dan manipulasi wacana oleh otoritas kekuasaan, berpotensi merusak tatanan demokrasi serta mendistorsi ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap distorsi komunikasi dalam novel Bungkam Suara Karya J.S. Khairen sebagai refleksi realitas sosial, yang memotret kekacauan ruang publik akibat propaganda dari penguasa. Metode kualitatif deskriptif dalam penelitian ini berfokus pada narasi, deskripsi, dan interpretasi seluruh tindakan komunikatif para tokoh berdasarkan kajian demokrasi deliberatif Jürgen Habermas. Teknik simak dan catat dalam penelitian ini digunakan untuk pengumpulan data dalam bentuk kata, frasa, maupun kalimat yang diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu fakta pembatasan hak bicara, bentuk distorsi komunikasi, dan pelanggaran klaim validitas Habermas (kebenaran, ketepatan, dan kejujuran). Data yang telah diklasifikasikan kemudian dianalisis dengan cara menginterpretasi data, membenturkan fakta, dan mengungkap dampak dari penyimpangan komunikasi tokoh. Hasil penelitian ini, yaitu (1) pembatasan hak bicara warga dilakukan melalui pengawasan digital dengan ketat, bukan kekerasan fisik, (2) distorsi komunikasi dijalankan secara masif dengan operasi propaganda digital untuk menumpulkan kritis warga, dan (3) manipulasi tersebut berujung pada pelanggaran tiga klaim validitas Habermas secara mutlak yang merefleksikan matinya demokrasi deliberatif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

literasi

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal ini diberi nama LITERASI, nama tersebut dipilih sebagai upaya untuk tetap menjadikan keterampilan berbahasa sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan. Seperti sebuah pernyataan “bahasa sebagai penghela ilmu pengetahuan”. Jurnal LITERASI diterbitkan oleh Prodi Pendidikan ...