Sayur merupakan kebutuhan masyarakat yang harus terpenuhi. Konsumsi sayur di Kota Madiun tiap tahun meningkat, sedangkan ketersediaannya kurang memadai dan berpengaruh pada alokasi pendapatan masyarakat terhadap pengeluarannya. Hal tersebut menimbulkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran masyarakat di Kota Madiun. Pemerintah berupaya mencari solusi melalui pemanfaatan pekarangan yaitu Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program P2L ini mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui budidaya hortikultura. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan program P2L mulai pengadaan alat bahan pertanian, budidaya, hingga penjualan hasil dengan analisis deskriptif, menganalisis kontribusi P2L terhadap pendapatan anggota dengan analisis kontribusi, serta menganalisis kesejahteraan menggunakan analisis GSR. Populasi penelitian yaitu kelompok P2L “Pari Mandiri” dengan sampel sensus 24 orang. Hasil menunjukkan kelompok P2L “Pari Mandiri” telah melaksanakan penyediaan alat bahan hingga budidaya sehingga program P2L berpengaruh pada pendapatan dan menekan pengeluaran masyarakat terutama kebutuhan sayur. Persentase kontribusi menunjukkan 10% yang berarti anggota kelompok P2L “Pari Mandiri” berada pada tingkat rendah namun P2L ini layak berkelanjutan. Hasil kesejahteraan anggota di angka 0,78 yang berarti lebih sejahtera.
Copyrights © 2026