Cookies merupakan makanan ringan yang digemari berbagai kalangan karena rasanya yang manis dan teksturnya renyah. Produk ini umumnya berbahan dasar tepung terigu (TT), namun dapat dikembangkan dengan bahan lokal seperti tepung umbi garut (TUG) dan tepung tempe kacang merah (TTKM). Penggunaan bahan lokal tersebut berpotensi meningkatkan kadar air produk karena bahan lokal cenderung memiliki kemampuan mengikat air yang lebih tinggi dibandingkan tepung terigu, sehingga dapat memengaruhi kadar air dan aktivitas air cookies yang berdampak pada umur simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi tepung komposit umbi garut dan tepung tempe kacang merah terhadap air dan aktivitas air pada cookies. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari tiga jenis perlakuan, yaitu perlakuan A (100% TT), perlakuan B (50% TT : 35% TUG : 15% TTKM), dan perlakuan C (50% TT : 30% TUG : 20% TTKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air pada perlakuan A sebesar 7,27%, perlakuan B sebesar 13,37%, dan perlakuan C sebesar 12,91%. Aktivitas air pada perlakuan A sebesar 0,52, perlakuan B sebesar 0,78, dan perlakuan C sebesar 0,72. Penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi tepung komposit umbi garut dan tempe kacang merah berpengaruh signifikan (p=0,00) terhadap kadar air dan aktivitas air pada cookies.
Copyrights © 2026