Latar belakang: Sejak dini, kemampuan berbahasa menempati posisi krusial dalam tumbuh kembang anak, sebab lewat bahasa itulah anak belajar menyampaikan gagasan, berpikir, dan menjalin relasi dengan orang di sekitarnya. Peran keluarga, terutama orang tua sangat menentukan dalam proses ini, sedangkan kasus keterlambatan bicara (speech delay) di kalangan anak masih kerap muncul, salah satunya karena rumah tidak cukup memberi rangsangan berbahasa. Kajian ini disusun untuk mengurai bagaimana orang tua berkontribusi memberikan rangsangan bahasa bagi anak usia dini, sekaligus memetakan bentuk-bentuk rangsangan yang paling berdampak pada kelancaran bicara anak. Metode penelitian: ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dengan menelusuri artikel jurnal tahun 2017 hingga 2026, lalu diolah memakai Teknik analisis isi. Hasil penelitian: temuan memperlihatkan bahwa aktivitas seperti mendongeng, berdialog aktif, bernyanyi Bersama, serta membacakan buku bergambar cukup ampuh mendorong kemampuan berbahasa anak. Selain itu respons emosional orang tua yang hangat mempercepat proses pemerolehan bahasa, sementara kesibukan orang tua dan ketergantungan pada gawai menjadi kendala utama. Kesimpulan: diperlukan waktu interaksi dua arah yang bermakna setiap harinya serta pemahaman orang tua yang lebih baik mengenai tahapan bahasa anak agar Risiko speech delay dapat dikurangi. Kata kunci: anak usia dini; bahasa; orang tua; perkembangan bicara; stimulasi
Copyrights © 2026