Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi kepemimpinan transformasional melalui program briefing rutin bertajuk WAHABITA BERANI di SMA Negeri 1 Playen. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional digunakan untuk memperkuat budaya organisasi sekolah di era Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pada kegiatan briefing pagi, wawancara mendalam terhadap kepala sekolah serta informan guru, dan analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah berhasil mengaktualisasikan empat dimensi utama kepemimpinan transformasional, yakni idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Dampak signifikan terlihat pada peningkatan komitmen afektif guru yang kini memandang briefing sebagai kebutuhan motivasional untuk mengisi daya semangat kerja, bukan sekadar beban administratif harian. Sinergi antara gaya kepemimpinan inspiratif dan rutinitas waktu yang konsisten berhasil mengubah pola kepatuhan karena aturan menjadi kepatuhan berdasarkan kesadaran visi kolektif demi kemajuan mutu institusi pendidikan
Copyrights © 2026