Perkembangan teknologi informasi mendorong peningkatan kebutuhan media digital dalam pelayanan kesehatan, termasuk pada sektor apotek. Apotek Bangun Tanjungbalai masih mengalami kendala dalam penyampaian informasi produk dan layanan kepada pelanggan karena proses pelayanan dilakukan secara langsung di lokasi apotek. Kondisi tersebut menyebabkan pelanggan kesulitan memperoleh informasi produk obat dan melakukan pemesanan secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Design Thinking dalam perancangan Website Apotek Bangun Tanjungbalai serta mengevaluasi tingkat usability website menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Metode Design Thinking digunakan melalui lima tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan testing untuk menghasilkan rancangan website yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pengujian usability dilakukan kepada 20 responden menggunakan kuesioner SUS yang terdiri dari 10 pertanyaan dengan skala Likert 1–5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website yang dirancang memiliki fitur utama berupa menu home, kategori produk, keranjang belanja, daftar order, konfirmasi pembayaran, dan pendaftaran akun pengguna. Berdasarkan hasil pengujian usability menggunakan metode SUS diperoleh rata-rata skor sebesar 79,5. Nilai tersebut termasuk dalam kategori Good, berada pada tingkat penerimaan Acceptable, dan memperoleh grade B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Design Thinking mampu menghasilkan website apotek yang mudah digunakan, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pengguna dalam mengakses informasi serta melakukan pemesanan produk obat secara online.
Copyrights © 2026