Kementerian Kesehatan dan Indonesian Renal Registry mencatat bahwa lebih dari 134.000 pasien menjalani hemodialisis akibat gagal ginjal pada tahun 2024, yang menunjukkan tingginya prevalensi penyakit ini serta implikasinya terhadap aspek kesehatan dan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peluang ketahanan hidup menggunakan metode Nelson–Aalen dan menghitung premi bersih asuransi jiwa seumur hidup bagi penderita gagal ginjal usia 35 hingga 75 tahun. Data diperoleh dari data akumulasi pasien penderita gagal ginjal yang dipublikasikan pada jurnal Indonesian Council of Premier Statistical Science. Estimasi fungsi hazard kumulatif dilakukan dengan pendekatan Nelson–Aalen, lalu digunakan untuk memperoleh fungsi survival sebagai dasar analisis ketahanan hidup. Hasil menunjukkan bahwa estimasi peluang ketahanan hidup pasien penderita gagal ginjal sebesar 55,438%. Berdasarkan estimasi survival, tingkat suku bunga 5%, dan santunan sebesar Rp150.000.000,00, didapatkan premi bersih asuransi jiwa seumur hidup untuk usia 35 tahun, sebesar Rp 63.755.240,18 bagi laki‑laki dan Rp 63.730.011,13 bagi perempuan, sedangkan pada usia 75 tahun masing‑masing sebesar Rp 65.601.981,23 dan Rp 65.227.734,90. Hasil ini menunjukkan bahwa premi meningkat seiring pertambahan usia, yang selaras dengan menurunnya peluang ketahanan hidup dan meningkatnya risiko kematian pada usia yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026