Perkembangan teknologi informasi yang masif menuntut adanya jaminan keamanan data yang tangguh selama proses transmisi pada jaringan terbuka guna memitigasi risiko intersepsi pasif dan modifikasi aktif oleh pihak ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menganalisis performa skema keamanan Sign-then-Encrypt yang mengintegrasikan Kriptosistem Optimal Asymmetric Encryption Padding (RSA-OAEP) dengan Dissanayake Digital Signature. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian eksperimental terhadap parameter waktu eksekusi (execution time) komponen key generation, enkripsi, dekripsi, serta verifikasi menggunakan variasi panjang plaintext dari 50 hingga 250 karakter, dilanjutkan dengan pengujian sensitivitas Avalanche Effect. Hasil penelitian menunjukkan fungsi penandatanganan digital (signing) dan verifikasi pada Algoritma Dissanayake bekerja baik, dengan rata-rata waktu signing stabil pada 0,02-0,024 detik dan waktu verifikasi pada skala mikro-detik (0,000048-0,000062 detik). Sementara itu, proses enkripsi RSA-OAEP memerlukan waktu di bawah 0,08 detik, dan proses dekripsinya berkisar antara 0,503–0,963 detik. Pengujian Avalanche Effect menghasilkan nilai rata-rata yang sangat ideal mendekati ambang batas kriptografis kokoh, yaitu sebesar 50,95% untuk algoritma Dissanayake dan 51,15% untuk RSA-OAEP. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa integrasi skema Sign-then-Encrypt tersebut sangat optimal, sensitif terhadap perubahan satu karakter data, dan andal dalam menjaga kerahasiaan serta integritas pesan.
Copyrights © 2026