Persiapan ruang muat menjadi aspek krusial yang memengaruhi keberhasilan pemuatan pada kapal curah. Permasalahan klasik yang sering muncul adalah keterlambatan pemuatan akibat ruang muat yang belum siap dan belum memenuhi standar kebersihan serta kelayakan sesuai persyaratan surveyor. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji proses persiapan ruang muat kapal curah MV. Amanah Halmahera AMC dalam rangka mendukung kelancaran proses pemuatan. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data diperoleh melalui observasi langsung selama praktik laut, wawancara mendalam dengan nakhoda, perwira, bosun, dan awak kapal, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tahapan-tahapan dalam persiapan ruang muat beserta kendala yang dihadapi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persiapan ruang muat dilaksanakan melalui lima tahap utama: pembersihan sisa muatan, pencucian menggunakan air laut, pembersihan sistem bilge, pembilasan dengan air tawar, dan pengeringan ruang muat sebelum inspeksi surveyor. Berbagai hambatan yang teridentifikasi mencakup keterbatasan personel awak kapal, gangguan fungsi pada peralatan pembersihan, kondisi cuaca buruk, serta keberadaan residu muatan sebelumnya yang masih menempel. Penerapan prosedur persiapan ruang muat secara sistematis dan terstruktur terbukti mampu memenuhi standar kelayakan ruang muat dan melancarkan proses pemuatan. Penelitian ini menekankan bahwa pengawasan intensif, disiplin tinggi dari awak kapal, serta kesiapan peralatan pendukung merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas persiapan ruang muat. Kata Kunci: bulk carrier, pemuatan, persiapan ruang muat, ruang muat, surveyor
Copyrights © 2026