Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Dinas Jaga Untuk Mencegah Terjadinya Bahaya Tubrukan di MV. Francisca Rachmat Tjahjanto; Welem Ada'; Joko Purnomo
JURNAL VENUS Vol 13 No 1 (2025): Maret
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48192/vns.v13i1.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan bahaya tubrukan yang disebabkan oleh kelalaian selama dinas jaga. Penelitian dilaksanakan di atas kapal MV Francisca selama pelaksanaan praktik laut, yaitu dari tanggal 5 Agustus 2022 hingga 5 Agustus 2023. Data diperoleh melalui metode observasi langsung, wawancara dengan narasumber terkait, serta studi literatur yang relevan. Unit analisis dalam penelitian ini mencakup perwira jaga (officer) dan peralatan navigasi yang digunakan selama dinas jaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan dinas jaga (guard service) di MV Francisca belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam International Regulations for Preventing Collisions at Sea (COLREG) 1972 dan Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1978 Amandemen 2010. Salah satu temuan utama adalah kurangnya pengamatan lingkungan sekitar kapal secara optimal selama pelaksanaan dinas jaga.
PERSIAPAN RUANG MUAT KAPAL CURAH GUNA MENUNJANG KEBERHASILAN DALAM PROSES PEMUATAN DI MV. AMANAH HALMAHERA AMC Arjun Fanky; Rachmat Tjahjanto; Muhammad Rifani
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1615

Abstract

Persiapan ruang muat menjadi aspek krusial yang memengaruhi keberhasilan pemuatan pada kapal curah. Permasalahan klasik yang sering muncul adalah keterlambatan pemuatan akibat ruang muat yang belum siap dan belum memenuhi standar kebersihan serta kelayakan sesuai persyaratan surveyor. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji proses persiapan ruang muat kapal curah MV. Amanah Halmahera AMC dalam rangka mendukung kelancaran proses pemuatan. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data diperoleh melalui observasi langsung selama praktik laut, wawancara mendalam dengan nakhoda, perwira, bosun, dan awak kapal, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tahapan-tahapan dalam persiapan ruang muat beserta kendala yang dihadapi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persiapan ruang muat dilaksanakan melalui lima tahap utama: pembersihan sisa muatan, pencucian menggunakan air laut, pembersihan sistem bilge, pembilasan dengan air tawar, dan pengeringan ruang muat sebelum inspeksi surveyor. Berbagai hambatan yang teridentifikasi mencakup keterbatasan personel awak kapal, gangguan fungsi pada peralatan pembersihan, kondisi cuaca buruk, serta keberadaan residu muatan sebelumnya yang masih menempel. Penerapan prosedur persiapan ruang muat secara sistematis dan terstruktur terbukti mampu memenuhi standar kelayakan ruang muat dan melancarkan proses pemuatan. Penelitian ini menekankan bahwa pengawasan intensif, disiplin tinggi dari awak kapal, serta kesiapan peralatan pendukung merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas persiapan ruang muat. Kata Kunci: bulk carrier, pemuatan, persiapan ruang muat, ruang muat, surveyor
EVALUASI KESIAPSIAGAAN DAN RESPON PETUGAS PELABUHAN SERTA KRU KAPAL TERHADAP TUMPAHAN MINYAK PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI MV. SK CARINA Aryawiguna Trias Alfaris.D; Rachmat Tjahjanto; Muhammad Rifani
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1632

Abstract

Kegiatan bongkar muat bahan bakar di pelabuhan merupakan aktivitas berisiko tinggi terhadap terjadinya tumpahan minyak (oil spill) yang dapat mencemari lingkungan laut dan mengganggu keselamatan operasional. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlambatan respons sering disebabkan oleh lemahnya koordinasi antara kapal dan otoritas pelabuhan, namun evaluasi terpadu terhadap tiga aspek pelatihan personel, kesiapan peralatan, dan koordinasi komunikasi pada kapal berukuran menengah seperti MV. SK Carina masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapsiagaan petugas pelabuhan dan kru kapal dalam menghadapi potensi tumpahan minyak. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap enam informan (nakhoda, perwira, ABK, dan petugas pelabuhan), serta dokumentasi prosedur dan peralatan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan di Pelabuhan Lamongan Shorebase selama periode Agustus 2024–Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan dan respons kru kapal belum sepenuhnya optimal: frekuensi pelatihan penanggulangan tumpahan minyak masih terbatas (satu hingga dua kali per tahun) dan belum melibatkan seluruh kru secara aktif; peralatan tanggap darurat telah tersedia sesuai ketentuan namun pemahaman teknis penggunaannya belum merata; serta koordinasi antar departemen dan dengan pihak pelabuhan belum terintegrasi, sehingga terjadi keterlambatan respons sekitar 15 menit pada kasus minor spill di area manifold. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pelatihan berbasis simulasi, pemeliharaan peralatan, dan mekanisme komunikasi terpadu antara kapal dan pelabuhan. Kata Kunci: kesiapsiagaan, komunikasi maritim, koordinasi, respons darurat, tumpahan minyak