Abstrak Penelitian ini dilakukan menyusul terjadinya tubrukan antara MT Era Star dan MV Mizan di Sungai Pussur, Bangladesh, yang mencerminkan lemahnya penerapan pengamatan (lookout), komunikasi, dan koordinasi di antara para perwira jaga anjungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor manusia yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut, dengan fokus pada kewaspadaan, kesalahan komunikasi, dan penerapan aturan COLREG 1972 di perairan sempit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara terhadap awak kapal dan pandu, observasi di atas kapal, serta analisis dokumen, termasuk Statement of Fact, rekaman CCTV anjungan, dan laporan investigasi internal. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kesalahan, keterkaitan antar faktor manusia, dan efektivitas praktik keselamatan navigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubrukan tersebut disebabkan oleh kegagalan sistemik di anjungan yang meliputi lemahnya pengamatan visual, miskomunikasi antara awak kapal dan pandu, serta ketergantungan yang berlebihan pada pandu tanpa verifikasi perintah oleh nakhoda. Penelitian ini menekankan bahwa integrasi kewaspadaan manusia, komunikasi yang efektif, dan pemanfaatan alat bantu navigasi secara optimal sangat penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di perairan terbatas. Kata Kunci: Faktor Manusia, Komunikasi, Lookout, BRM, Alur Pelayaran Sempit.
Copyrights © 2026