Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENTINGNYA PELATIHAN PENGGUNAAN SEKOCI DALAM UPAYA OPTIMALISASI KESELAMATAN JIWA DI KAPAL SPOB BUANA ENERGY Raden Bintang; Aries Allolayuk; Chrisandi Rantegau Lande
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1595

Abstract

Perlindungan jiwa manusia dalam kegiatan maritim menjadi perhatian utama, khususnya untuk kapal tanker yang beroperasi dengan kemungkinan insiden serius yang lebih besar. Perahu penyelamat jatuh bebas berfungsi sebagai fasilitas evakuasi utama selama keadaan darurat, sehingga personel kapal harus mampu mengoperasikannya dengan benar dan tanpa penundaan. Dalam praktiknya, latihan evakuasi darurat yang melibatkan peralatan ini belum mencapai tingkat yang diharapkan. Penelitian ini mengkaji bagaimana pelatihan perahu penyelamat jatuh bebas berkontribusi pada perlindungan jiwa di atas kapal SPOB Buana Energy. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif, sementara informasi diperoleh dari pemantauan lapangan langsung, sesi wawancara, dan tinjauan dokumen. Informasi yang dikumpulkan diproses dengan memilih temuan yang relevan, menyusunnya menjadi deskripsi yang jelas, dan merumuskan interpretasi akhir. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan perahu penyelamat belum dilakukan secara efektif. Dari Agustus 2024 hingga Juli 2025, kegiatan latihan perahu hanya dilakukan dua kali, yang gagal memenuhi ketentuan SOLAS. Peluncuran perahu penyelamat skala penuh juga belum pernah dilakukan. Proses persiapan membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 11 menit, sedangkan batas waktu yang dibutuhkan hanya 3 hingga 5 menit. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan yang terjadwal, konsisten, dan terorganisir dengan baik untuk memperkuat kesiapan personel kapal. Kata Kunci: Sekoci Free Fall, Pelatihan, Keselamatan Jiwa, SOLAS, Kesiapsiagaan, Awak Kapal
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA TUBRUKAN MT ERA STAR DI SUNGAI PUSSUR BANGLADESH Stefi A. Tumba Ruru; Aries Allolayuk; A. Dirga Noegraha
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1627

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan menyusul terjadinya tubrukan antara MT Era Star dan MV Mizan di Sungai Pussur, Bangladesh, yang mencerminkan lemahnya penerapan pengamatan (lookout), komunikasi, dan koordinasi di antara para perwira jaga anjungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor manusia yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut, dengan fokus pada kewaspadaan, kesalahan komunikasi, dan penerapan aturan COLREG 1972 di perairan sempit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara terhadap awak kapal dan pandu, observasi di atas kapal, serta analisis dokumen, termasuk Statement of Fact, rekaman CCTV anjungan, dan laporan investigasi internal. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kesalahan, keterkaitan antar faktor manusia, dan efektivitas praktik keselamatan navigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubrukan tersebut disebabkan oleh kegagalan sistemik di anjungan yang meliputi lemahnya pengamatan visual, miskomunikasi antara awak kapal dan pandu, serta ketergantungan yang berlebihan pada pandu tanpa verifikasi perintah oleh nakhoda. Penelitian ini menekankan bahwa integrasi kewaspadaan manusia, komunikasi yang efektif, dan pemanfaatan alat bantu navigasi secara optimal sangat penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di perairan terbatas. Kata Kunci: Faktor Manusia, Komunikasi, Lookout, BRM, Alur Pelayaran Sempit.