Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh praperlakuan pembekuan terhadap karakteristik proksimat jamur kering yang dikeringkan menggunakan food dehydrator. Sampel jamur dibekukan pada suhu −20 °C selama 24 jam, kemudian dikeringkan pada suhu 40, 50, dan 60 °C selama 6 dan 18 jam. Penelitian menggunakan rancangan faktorial 2×3×2 dengan tiga ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama waktu pengeringan merupakan faktor dominan yang memengaruhi karakteristik proksimat jamur, sedangkan praperlakuan pembekuan memberikan kontribusi yang lebih kecil. Praperlakuan pembekuan cenderung mempercepat penurunan kadar air pada kondisi pengeringan tertentu, yang berdampak pada peningkatan kadar protein secara relatif akibat efek konsentrasi. Kombinasi pembekuan dengan pengeringan pada suhu 50 °C selama 18 jam menghasilkan kadar protein tertinggi sebesar 47,03%. Pendekatan praperlakuan pembekuan sebelum pengeringan udara panas berpotensi menjadi alternatif sederhana dalam pengolahan jamur kering, khususnya untuk skala rumah tangga dan industri kecil.
Copyrights © 2026