Integrasi pemrograman sederhana pada jenjang sekolah dasar merupakan inovasi kurikulum yang berpotensi mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan pemecahan masalah sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kurikulum pemrograman sederhana berbasis Scratch serta kontribusinya terhadap kemampuan logika siswa SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa yang dipilih melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan logika, angket respons siswa, dan lembar observasi pembelajaran. Analisis dilakukan dengan statistika deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test berbantuan perangkat lunak komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemampuan logika siswa setelah pembelajaran lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum pembelajaran. Hasil uji inferensial yang dilaporkan juga menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada taraf signifikansi 0,05. Peningkatan tersebut berkaitan dengan aktivitas menyusun urutan instruksi, menggunakan pengulangan dan percabangan, menguji keluaran program, serta memperbaiki kesalahan melalui proses debugging. Scratch membantu siswa memvisualisasikan hubungan sebab-akibat dan mengurangi hambatan sintaks, sehingga perhatian dapat diarahkan pada logika penyelesaian masalah. Temuan ini menegaskan bahwa kurikulum pemrograman sederhana dapat digunakan sebagai sarana penguatan computational thinking di sekolah dasar. Namun, generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati karena penelitian hanya melibatkan satu kelompok dan jumlah subjek terbatas. Sekolah disarankan menerapkan pembelajaran secara bertahap, menyediakan pendampingan guru, dan melakukan evaluasi berbasis data secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026