Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat lokal, termasuk pada wilayah yang berkembang sebagai kawasan industri seperti Cikarang, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep penataan lokasi UMKM pada lahan seluas 1.250 m² di Jalan Irian VII, Cikarang Barat, agar terbentuk ruang usaha yang tertata, aman, nyaman, mudah diakses, dan mampu mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi tapak pada waktu pagi, siang, dan sore, dokumentasi kondisi fisik, kajian regulasi, studi literatur, serta studi banding kawasan kuliner. Analisis mencakup karakter tapak, orientasi matahari, arah angin, vegetasi, kebisingan, drainase, pola pergerakan, kebutuhan parkir, aktivitas pedagang dan pengunjung, serta hubungan antarzona. Hasil kajian menghasilkan konsep penataan berupa pembagian zona publik, zona kegiatan utama, dan zona servis; penggunaan modul kios berukuran 3 × 3 meter; pemisahan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki; penyediaan area makan bersama; penempatan vegetasi peneduh; pengendalian paparan matahari; serta pengelolaan sampah dan air hujan. Rancangan juga menekankan aksesibilitas, keamanan, fleksibilitas ruang, dan karakter visual yang selaras dengan lingkungan sekitar. Konsep ini diharapkan menjadi acuan pengembangan kawasan UMKM yang fungsional, terintegrasi, adaptif terhadap iklim tropis, serta mampu memperkuat interaksi sosial dan perputaran ekonomi lokal di tengah dominasi aktivitas industri secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026