Pelayanan hemodialisis merupakan layanan kesehatan berisiko tinggi yang membutuhkan dukungan sistem informasi kesehatan yang akurat, khususnya dalam pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME). RSUD X telah menerapkan RME melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) aplikasi PILAR pada Unit Dialisis. Namun, dalam pelaksanaannya, pengelolaan RME masih dilakukan oleh perawat dialisis karena belum tersedianya petugas rekam medis yang ditempatkan secara khusus di unit tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban kerja perawat, menurunkan fokus pelayanan klinis, serta meningkatkan risiko kesalahan pencatatan data medis, terutama dengan adanya rencana pengembangan kapasitas unit dialisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengelolaan RME di Unit Dialisis RSUD X serta mengidentifikasi permasalahan dan strategi optimalisasi peran petugas rekam medis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap perawat dialisis, petugas rekam medis, kepala unit, serta pihak manajemen rumah sakit. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Problem Solving Cycle (PSC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh proses pengisian RME di unit dialisis dilakukan oleh perawat, sementara petugas rekam medis belum terlibat langsung. Masalah utama yang teridentifikasi adalah ketiadaan petugas rekam medis dan belum adanya SOP pembagian tugas yang jelas. Penelitian ini merekomendasikan penempatan petugas rekam medis khusus di unit dialisis, penyusunan SOP pengelolaan RME, serta optimalisasi SIMRS sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan.
Copyrights © 2026