Penelitian ini mengkaji pengaruh suku bunga BI Rate dan pertumbuhan ekonomi terhadap investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) di Indonesia pada periode 2015–2022. Data yang digunakan berupa data sekunder dalam bentuk time series triwulanan sebanyak 32 observasi yang bersumber dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda (Ordinary Least Square/OLS) yang didahului dengan pengujian asumsi klasik guna memastikan kelayakan model. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara bersama-sama BI Rate dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap FDI di Indonesia. Namun, secara individu, BI Rate tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap FDI meskipun memiliki hubungan negatif sebagaimana dijelaskan dalam teori ekonomi. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja ekonomi mampu mendorong masuknya investasi asing. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 48,74% variasi FDI dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi, khususnya pertumbuhan ekonomi, lebih berperan dalam menarik investasi asing dibandingkan kebijakan suku bunga. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kebijakan yang tidak hanya berfokus pada stabilitas moneter, tetapi juga pada peningkatan kualitas iklim investasi guna mendukung pertumbuhan FDI yang berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2026