Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang terus mengalami peningkatan jumlah kasus dan memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui perawatan diri yang konsisten. Keberhasilan pengendalian penyakit sangat dipengaruhi oleh kemampuan pasien dalam menerapkan pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, kepatuhan terhadap terapi, serta pemantauan kadar glukosa darah. Namun, keterbatasan akses edukasi kesehatan dan kurangnya pendampingan berkelanjutan sering menjadi kendala dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-care pasien. Pemanfaatan teknologi digital, khususnya chatbot berbasis kecerdasan buatan, menawarkan solusi edukasi yang lebih mudah diakses, interaktif, dan tersedia kapan saja. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat usability chatbot “Diabetes Friend” sebagai media edukasi kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-shot case study yang melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Setelah menggunakan chatbot, responden diminta mengisi instrumen System Usability Scale (SUS) untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata SUS sebesar 85,7 yang termasuk kategori acceptable dengan tingkat penerimaan sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa chatbot mudah dipelajari, mudah dioperasikan, nyaman digunakan, dan mampu membantu pengguna memperoleh informasi mengenai pengelolaan Diabetes Mellitus. Tingginya skor usability juga menunjukkan bahwa sistem dapat diterima oleh pengguna dengan berbagai karakteristik. Dengan demikian, chatbot “Diabetes Friend” dinilai layak sebagai media edukasi kesehatan digital dan berpotensi mendukung peningkatan akses informasi serta praktik perawatan diri penderita Diabetes Mellitus secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026