Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan employee engagement terhadap turnover intention pada pegawai generasi Z di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo serta meninjau perbedaannya berdasarkan gender. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat absensi, keterlambatan kerja, rendahnya keterlibatan pegawai, serta munculnya ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang berpotensi meningkatkan turnover intention. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai generasi Z di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo sebanyak 45 orang, dengan teknik sampling jenuh, terdiri atas 25 pegawai laki-laki dan 20 pegawai perempuan sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Artinya, semakin baik keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi pegawai, maka semakin rendah niat pegawai untuk meninggalkan instansi. Sementara itu, employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa work-life balance dan employee engagement secara simultan berpengaruh signifikan terhadap turnover intention pada pegawai generasi Z di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.Hasil uji beda berdasarkan gender menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada work-life balance dan employee engagement, maupun turnover intention antara pegawai laki-laki dan perempuan, meskipun secara deskriptif pegawai perempuan memiliki rata-rata employee engagement dan turnover yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Copyrights © 2026