Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika inflasi di Indonesia melalui perspektif moneter, struktural, dan ekonomi Islam. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif berdasarkan berbagai buku, jurnal ilmiah, dan publikasi resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor moneter seperti jumlah uang beredar, suku bunga, dan nilai tukar, tetapi juga oleh hambatan struktural yang berasal dari keterbatasan kapasitas produksi, inelastisitas sektor pangan, serta ketergantungan terhadap barang impor yang memicu imported inflation. Kajian ini juga menemukan bahwa hubungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi bersifat nonlinear, dimana inflasi yang rendah dan stabil dapat mendorong aktivitas produksi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan inflasi yang tinggi menurunkan daya beli, meningkatkan ketidakpastian, dan menghambat pertumbuhan. Selain itu, kebijakan moneter melalui pengaturan suku bunga efektif mengendalikan inflasi dalam jangka pendek, namun berpotensi menekan investasi dan sektor riil apabila diterapkan secara berlebihan. Dalam perspektif ekonomi Islam, uang dipandang sebagai alat tukar yang harus beredar pada sektor riil untuk mendukung distribusi ekonomi yang adil dan stabilitas harga. Oleh karena itu, pengendalian inflasi memerlukan sinergi kebijakan moneter dan penguatan sektor riil guna mewujudkan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya koordinasi pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026