Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten video TikTok terhadap niat beli konsumen dengan kesadaran merek sebagai variabel mediasi pada UMKM makanan tradisional Kue Sagon Sarroha di Bojonggambir, Tasikmalaya. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan, dan data dianalisis menggunakan *Partial Least Squares Structural Equation Modeling* (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Sebanyak 145 responden dipilih melalui teknik *purposive sampling* berdasarkan empat kriteria: pernah membeli atau melihat Kue Sagon Sarroha, berusia minimal 17 tahun, memiliki akun TikTok atau aktif di media sosial, serta memiliki minat terhadap produk makanan atau kuliner. Evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi kriteria validitas konvergen dengan nilai *outer loading* berkisar antara 0,744 hingga 0,870 dan nilai AVE di atas 0,50. Uji validitas diskriminan dan reliabilitas juga terpenuhi, di mana nilai *Cronbach’s Alpha* dan *Composite Reliability* untuk seluruh konstruk melebihi 0,70. Evaluasi model struktural mengungkapkan bahwa: (1) konten video TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen (t=3,523; p=0,000); (2) konten video TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran merek (t=9,820; p=0,000); (3) kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen (t=5,589; p=0,000); dan (4) kesadaran merek memediasi secara parsial pengaruh konten video TikTok terhadap niat beli konsumen (t=4,475; VAF=46,4%). Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital melalui konten TikTok yang kreatif dan konsisten dapat secara efektif meningkatkan kesadaran merek serta mendorong niat beli konsumen terhadap produk makanan tradisional.
Copyrights © 2026