Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan perilaku dan pola pikir anak sekolah dasar di wilayah desa dan kota terhadap penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap siswa, guru, serta orang tua di dua lokasi penelitian, yaitu SDN 02 Gunung Halu sebagai representasi wilayah pedesaan dan SDN 062 Ciujung Bandung sebagai representasi wilayah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada anak di desa cenderung lebih terbatas karena akses teknologi, jaringan internet, dan kepemilikan perangkat belum merata. Anak-anak di desa lebih banyak melakukan interaksi sosial secara langsung, bermain di luar rumah, membantu orang tua, serta memanfaatkan waktu dengan aktivitas fisik dan sosial. Sebaliknya, anak-anak di kota lebih akrab dengan teknologi karena lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial mendukung penggunaan gadget. Mereka memanfaatkan gadget untuk belajar, mencari informasi, berkomunikasi, bermain gim, dan memperoleh hiburan digital. Perbedaan lingkungan sosial, ekonomi, pendidikan keluarga, serta pengawasan orang tua turut memengaruhi perilaku dan pola pikir anak dalam menggunakan gadget. Guru memiliki peran penting dalam mengarahkan penggunaan gadget sebagai media pembelajaran, sedangkan orang tua berperan membatasi waktu dan jenis konten yang diakses anak. Dalam perspektif Islam, penggunaan gadget perlu diarahkan pada hal-hal yang bermanfaat, menjaga waktu, menghindari mudarat, serta mendukung pembentukan akhlak dan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan gadget pada anak perlu disesuaikan dengan kebutuhan, lingkungan, dan nilai pendidikan keluarga. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar teknologi menjadi sarana belajar positif, bukan sumber ketergantungan yang mengganggu perkembangan anak secara utuh dan seimbang sehari-hari
Copyrights © 2026