Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Perilaku dan Pola Pikir Anak Sekolah Dasar di Desa dan di Kota terhadap Penggunaan Gadget dalam Kehidupan Sehari-hari Farsya Firyaal Dayanti; Adinda Dian Sri Artanti; Siti Rahmawati; Naufallina Dzulfila Rahman; Hilman Taufiq Abdillah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan perilaku dan pola pikir anak sekolah dasar di wilayah desa dan kota terhadap penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap siswa, guru, serta orang tua di dua lokasi penelitian, yaitu SDN 02 Gunung Halu sebagai representasi wilayah pedesaan dan SDN 062 Ciujung Bandung sebagai representasi wilayah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada anak di desa cenderung lebih terbatas karena akses teknologi, jaringan internet, dan kepemilikan perangkat belum merata. Anak-anak di desa lebih banyak melakukan interaksi sosial secara langsung, bermain di luar rumah, membantu orang tua, serta memanfaatkan waktu dengan aktivitas fisik dan sosial. Sebaliknya, anak-anak di kota lebih akrab dengan teknologi karena lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial mendukung penggunaan gadget. Mereka memanfaatkan gadget untuk belajar, mencari informasi, berkomunikasi, bermain gim, dan memperoleh hiburan digital. Perbedaan lingkungan sosial, ekonomi, pendidikan keluarga, serta pengawasan orang tua turut memengaruhi perilaku dan pola pikir anak dalam menggunakan gadget. Guru memiliki peran penting dalam mengarahkan penggunaan gadget sebagai media pembelajaran, sedangkan orang tua berperan membatasi waktu dan jenis konten yang diakses anak. Dalam perspektif Islam, penggunaan gadget perlu diarahkan pada hal-hal yang bermanfaat, menjaga waktu, menghindari mudarat, serta mendukung pembentukan akhlak dan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan gadget pada anak perlu disesuaikan dengan kebutuhan, lingkungan, dan nilai pendidikan keluarga. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar teknologi menjadi sarana belajar positif, bukan sumber ketergantungan yang mengganggu perkembangan anak secara utuh dan seimbang sehari-hari
Upaya Penanaman Karakter dan Nilai Religius melalui Aktivitas Menyanyi Lagu Islami pada Anak di TPA Nurul Jannah Rifdah Ayu Nabilah; Hilwa Zuchda Karima; Revany Indah Pratiwi Nadia; Andaresta Sabela; Hilman Taufiq Abdillah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya TPA Nurul Jannah dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penggunaan gadget yang semakin mudah dijangkau membuat anak-anak rentan terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia dan nilai moral. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan nonformal keagamaan dalam membimbing anak agar tetap memiliki akhlak, kebiasaan baik, dan pemahaman agama sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran di TPA Nurul Jannah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA Nurul Jannah menanamkan nilai religius dan moral melalui pembelajaran menyanyi lagu Islami yang menarik, sederhana, dan menyenangkan bagi anak. Lagu Islami digunakan sebagai media untuk mengenalkan ajaran agama secara mudah dipahami, sehingga anak tidak merasa terbebani dalam proses belajar. Dampak kegiatan tersebut terlihat dari terbentuknya pembiasaan adab dan perilaku sehari-hari, seperti mengucapkan salam, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengenal rukun Islam, mengenal kisah para nabi, serta menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT. Pembelajaran berbasis lagu juga membantu anak mengingat nilai keislaman secara lebih efektif. Selain itu, suasana belajar yang ceria membuat anak lebih antusias mengikuti kegiatan mengaji dan berinteraksi positif dengan teman sebaya maupun ustazah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode menyanyi lagu Islami di TPA Nurul Jannah berperan positif dalam membentuk karakter religius, moral, dan kebiasaan baik anak sejak usia dini, terutama dalam menghadapi pengaruh negatif teknologi digital saat ini.