Bahasa Arab memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam karena menjadi bahasa utama dalam Al-Qur’an, hadis, dan berbagai literatur keislaman. Namun, pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan nonformal, seperti Majelis Ta’lim, masih menghadapi tantangan berupa rendahnya motivasi belajar dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Kondisi ini menuntut adanya inovasi metode pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran permainan edukatif dalam penerapan metode Qiro’ah pada pembelajaran bahasa Arab di Majelis Ta’lim Al-Husaini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipatif. Observasi dilakukan pada dua kali pertemuan terhadap 15 santri yang setara dengan siswa kelas III hingga V Sekolah Dasar. Fokus pengamatan diarahkan pada aktivitas belajar, respons peserta didik, dan dampak penggunaan permainan edukatif terhadap pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan susun huruf yang dipadukan dengan metode Qiro’ah mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan partisipatif. Santri terlihat lebih antusias mengikuti pembelajaran, lebih berani berinteraksi, serta menunjukkan peningkatan keterlibatan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, permainan edukatif juga membantu pengampu mengidentifikasi kemampuan santri dalam mengenali, menyusun, dan membaca huruf hijaiyyah serta menguasai kosakata bahasa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan edukatif menjadi bagian penting dalam pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca bahasa Arab melalui metode Qiro’ah di lembaga pendidikan nonformal.
Copyrights © 2026